• Meta

  • SELAMAT DATANG…

    Assalamu'alaikum. Saya ucapkan selamat datang di weblog matrofingun.wordpress.com. Mari kita saling berbagi ilmu melalui weblog ini. salam hangat... Wassalamu'alaikum
  • Halaman

  • RSS Pengusaha Muslim

    • Diskusi Perbankan Syariah (Bag. 2)
      Diskusi bagian kedua ini bermula ketika moderator milis Pengusaha Muslim menanggapi komentar UPPS (lihat DISKUSI PERBANKAN SYARIAH BAG I). Kemudian UPPS memberikan komentar balik. Komentar UPPS (diapit tanda //) terhadap moderator milis Pengusaha Muslim kemudian ditanggapi kembali oleh ustadz Muhammad Arifin Badri (pembina milis Pengusaha Muslim).
    • Hukum Qurban Secara Kolektif
      Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman.
    • Meraih Takwa Melalui Ibadah Qurban
      Berikut panduan mengenai hukum dan hikmah ibadah qurban. Semoga bermanfaat.
    • Diskusi Perbankan Syariah (Bag. 1)
      Sudah selaraskah praktek perbankan syariah di negeri kita dengan nilai-nilai syariah? simak dialog seputar perbankan syariah berikut ini.
    • Tanya Jawab: Menyoal Gaji Pegawai Negeri
      Bagaimana hukum bekerja sebagai pegawai negeri, karena sumber dana pemerintah selain dari dana halal juga bercampur dengan dana yang tidak jelas, seperti pajak? Simak penjelasan ustadz Abu Ubaidah Yusuf berikut ini.

MENULIS TUJUAN SURAT YANG BENAR

“Mohon maaf apabila ada penulisan titel atau nama”. Kalimat itu biasa kita temukan pada undangan pesta perkawinan. Saking biasanya sehingga tidak pernah kita perhatikan. Padahal, kalimat tersebut mengandung 2 pesan yang hendak disampaikan. Pertama, ketidaktepatan bisa saja terjadi ketika kita menulis titel, sebutan atau nama orang, dan alamat tujuan. Kedua, ketidaktepatan itu rupanya sudah dianggap sebuah kesalahan sehingga perlu minta maaf. Namun, sejauh ini belum pernah terdengar orang marah, lantaran title atau namanya ditulis secara tidak tepat. Apalagi mendengar ada orang diberi sanksi atas kesalahan penulisan tersebut. Barangkali, kesalahan tulis dalam sebuah undangan itu dianggap kecil dan tidak begitu penting, sehingga bisa dimaklumi.

Dalam surat lamaran kerja seringkali ditemukan pula kesalahan atau ketidaktepatan pada penulisan alamat tujuan. Kini persoalannya adalah : apakah kesalahan penulisan tersebut dianggap kecil dan tidak begitu penting, mengingat sifat surat lamaran kerja yang antara lain harus tepat dan benar. Tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun. Sebab kesalahan penulisan, sekecil apapun, menunjukkan keteledoran atau ketidaktelitian. Tentunya ini akan berimbas pada si penulis. Dipastikan si penulis atau dalm hal ini si pelamar kerja dicap sebagai orang yang teledor. Orang yang tidak teliti. Nah, kalau sudah begini, mana ada perusahaan atau kantor yang sudi mengangkatnya sebagai karyawan.

Penulisan :”Kepada yth PO Box 007 JKB” adalah salah satu contoh yang salah. Kesalahan itu bisa terjadi kemungkinan karena pelamar terfokus pada bunyi iklan yang ia baca. ‘Kirimkan berkas surat lamaran anda ke PO Box 007 JKB’ sehingga otomatis ia menulis seperti kalimat penulisan tersebut. Apabila pelamar sedikit berhati-hati, maka ia akan berpikir bahwa kata ‘kepada’ apalagi ditambahi ‘yth’ pasti menunjuk pada orang. Sedangkan PO Box 007 JKB adalah bukan orang, akan tetapi sekedar pengganti sebuah alamat. Kita pasti akan tersenyum jika kalimat diatas sedikit dirubah menjadi ‘Kepada yth Jl Jenderal Sudirman xx, Yogyakarta’. Lantas? Ya hjarus dikembalikan pada aturan yang benar. ‘Kepada’ diikuti oleh orang atau pengganti orang, dan PO Box 007 JKB diperlakukan sebagaimana mestinya yaitu sebagai sebuah alamat. Ungkapan berikut ini barangkali akan terasa lebih tepat:

Kepada:

yth Bapak/Ibu Kepala Personalia

d.a PO Box 007 JKB

Berikut ini contoh lain penulisan alamat tujuan yang juga dianggap kurang tepat: Kepada:

Yth Soetopo SE MM

Kepala Personalia

Bank Samiun

Jl Jenderal Sudirman xx

Yogyakarta 3344

Atau,

Kepada:

Ketua Tim Seleksi

Bank Samiun

Jl Jenderal Sudirman xx

Yogyakarta 3344

Jika dilihat dari aturan baku penulisan surat resmi dan aturan bahasa Indonesia (EYD) maka sebenarnya kedua contoh diatas adalah baik dan benar. Namun, bila dilihat dari kacamata penulisan surat lamaran kerja, contoh-contoh diatas kurang tepat. Penulisan Soetopo SE MM pada contoh pertama, dan Ketua Tim Seleksi pada contoh kedua yang tanpa sebutan Bapak, dianggap sudah keluar dari etika budaya. Nranyak, orang Jawa bilang. Bagaimanapun juga pelamar kerja sebagai pihak pemohon tidak memiliki kesejajaran dengan pihak pemberi pekerjaan. Semoga bermanfaat.

(sumber: SKH Kedaulatan Rakyat )

Satu Tanggapan

  1. [QUOTE] dan Ketua Tim Seleksi pada contoh kedua yang tanpa sebutan Bapak, dianggap [/QUOTE]

    memangnya semua ketua itu jenis kelaminnya laki2? ini bukan perkara nranyak. coba kalo ketuanya perempuan trus kita dengan pedenya nulis bapak. apa kata dunia?

Tinggalkan Balasan